Senin, Maret 07, 2016

Dawat Biarlah Melukis

Wahai penikmat fajar
Ku ceritakan sedikit maksud hati
Kelam tak berbunyi
Silau tak menyentuh
Hujan tak membasahi
Pikir punya cerita
Sudahlah mungkin pikiran ejawantah goresan
Dawat biarlah melukis~

Dari balik jendela, 7 Maret 2016
-R-

Senin, Februari 29, 2016

Ingatan Alam

Secangkir kopi menyedukan aroma yang khas
Mengingatkan angan di dalam kenangan
Bukan, bukan kali ini tentang secangkir teh
Secangkir teh yang cemburu akan sapaan sang pagi
Alam mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas keindahannya
Langit dan hal-hal yang menyejukkan
Menyatukan setiap insan dalam keramahan hati

Ini tentang petang yang terbuai
Menghampiri angin serasa membuat daun merangkak tanpa arah
Bukankah senja segera datang menghampiri?
Entahlah nikmati saja kebersamaan yang datang dan pergi bersama kenangan
Ingatan alam dalam dekapan cakrawala ~

Dari balik jendela, 29 Feb 2016
-R-

Selasa, Februari 23, 2016

Wahai Penikmat Senja

Ku ceritakan tentang malam ini kepadamu wahai penikmat senja.

       Malam ini, selepas pulang dari melatih tari piring kepada kader-kader di salah satu ukm tempat dimana saya mengemban ilmu, saya cek beberapa akun medsos sembari memutar musik santai. Duduk di depan laptop sambil meneguk segelas susu yang tak seperti orang kebanyakan lebih menyukai secangkir kopi di malam hari sambil menikmati kerlap-kerlip bintang, dan saya lebih memilih diam tak menentu kemudian saya putuskan untuk menulis beberapa untaian kata-kata guna menuangkan goresan hati dan pikiran.

       Saya pikir hari ini menjadi kurang produktif karna dari pagi sampai siang saya kebanyakan menghabiskan waktu dengan berhibernasi (re: tidur), padahal begitu banyak hal yang seharusnya bisa saya kerjakan. Entah itu efek lelah karna akhir-akhir ini ada beberapa hal yang membuat cukup menguras fisik maupun pikiran, yah kalau mengeluh emang tak ada habisnya sebaiknya cari solusi untuk mengatasinya, bukan, bukan itu, kalau solusi sih udah dapat tapi butuh keberanian untuk melangkah dalam mengambil tindakan dan buang jauh-jauh rasa malas yang sedang menyelimuti badan diri, kini pikirkan darimana saya harus memulai kembali dan melanjutkan kembali kerjaan yang tertunda dengan semangat dan berdo'a.

       Namun malam ini cukup menyenangkan karna bulan menunjukan sinarnya dibawah gerimis membasahi, melihat para kader-kader tetap semangat untuk berlatih saya pun juga bersemangat dalam mentransfer ilmu yang saya punya, ingat dek nikmati saja prosesnya :) layaknya pagi menikmati sinar sang fajar dan malam menikmati keindahan bulan. Senang rasanya bisa berbagi ilmu dan sharing-sharing bersama mereka, o iya, hari ini salah satu dari mereka ulangtahun namanya naila, selamat ulangtahun ya, sukses dan semangat belajar tari piringnya. Sehabis latihan dan evaluasi kami langsung kembali ke kosan masing-masing, berjalan memperhatikan lingkungan sekitar yang mungkin orang-orang sudah menenangkan diri mereka dalam indahnya mimpi. Malam ini begitu damai ketika kenangan kembali teringat dalam ingatan.

       Oke skip... ternyata selagi menulis sambil mencari inspirasi proyek yang sedang saya jalani, hanyut dalam kedamaian malam mata saya langsung terasa berat dan tiba-tiba hilang dari peredaran (re: ketiduran), padahal tangan ini belum puas menuangkan ide-ide yang ada di hati dan pikiran. Yasudah saya nyatakan kalau tulisan ini masih bersambung di bagian berikutnya.

Kali ini cerita penikmat pagi yang menanti secercah harapan.

       Terbangun waktu adzan shubuh berkumandang dengan damainya. Terasa hawa dingin yang menusuk tulang, ku lawan dengan asa bersiap untuk memulai hari ini dengan semangat baru. Ada hal-hal yang perlu saya perbaiki dan yang perlu saya mulai lagi, berharap sesuai rencana dan harapan. Sekarang saya sudah bersama pagi, menikmati playlist musik yang sedang diputar sambil meneguk beberapa air putih, kemudian saya lanjutkan menulis hal yang tadi malam sempat tertunda.

       Oke cukup sudahi ketidakjelasan ini, hahaha mari berkegiatan! Hmm, sedikit sajak muncul di ingatan, yasudah daripada dibuang sayang maka saya tuangkan saja dalam tulisan kali ini. Selamat menikmati, maaf kalau sedikit ga jelas cukup pahami saja.

Butiran pasir menyatu dengan air
Mengalir dalam ruas-ruas daun yang menanti angin, bukan membenci~

Cakrawala merenung
Harapan semu bertemu dalam dimensi paralel
Iya, kamu dan kita dipersatukan kedalam beberapa titik
Membawamu terbang kepada nestapa jiwa yang rindu pelukan sang waktu~

Sepertinya dingin sedang merasuki angan
Kenangan pergi bersama senja yang sedang menunggu pagi~


Dari balik jendela, 22-23 Feb 2016
-R-

Sabtu, Februari 20, 2016

Tentang Bulan

Kelam malam sunyi hilang bertabur ombak
Langit berbisik lembut menyentuh relung jiwa
Mungkinkah bulan tak merindukan malam?
Entahlah yang ku tau malam selalu menunggu bulan
Menyapa sinarnya halus membelai resah
Melupakan sejenak lelah yang datang lalu pergi
Seakan sirna dalam halusinasi kedamaian
Dari malam yang sedang memandang bulan
Selamat malam bulan~


Dari balik jendela, 20 Feb 2016
-R-

Jumat, Februari 12, 2016

Pagi Menyapa

Awan berbisik merdu
Pelangi enggan menampakkan riasan warnanya
Hujan tertawa sembari membasahi seruas jalan kecil
Untaian kata yang sedang bergumam enggan berucap
Apakah terang akan menyatukan busur yang lari berjauhan?
Entahlah yang jelas sosok asa muncul dalam renungan imajinasi

Kau tau aku ingin mendengar kabar senja

Hai apa kabar kau disana?
Sekarang aku sedang bersama pagi menikmati silaunya sang fajar
Entah kenapa pagi ini menjadi pagi rindu yang merasuki jiwa
Saat hati resahpun kau masih saja memberi sentuhan
Hingga langitpun tersenyum dibuatnya

Rumput mendayu senandung kenangan berbisik
Ribuan kata terbuai indah dipelukan
Ketenangan penyejuk jiwa datang membawa kedamaian~



Dari balik jendela, 12 Feb 2016
-R- 

Rabu, Februari 10, 2016

Memulai Mengingat Kembali

Bismillah...

Pagi yang mendung

          Memulai, ya mungkin itu kata yang tepat untuk saya mulai nulis lagi, terlalu banyak cerita yang sudah terlewatkan selama 2 tahun lebih dari terakhir saya memposting tulisan di blog ini, mungkin dari hari ini dan seterusnya saya akan memulai menulis apa yang ada di pikiran saya.

          Terkadang banyak hal yang meresap namun tak bisa diuntai dengan kata-kata yang indah, tersimpan di dalam pikiran yang membuat lidah tak bertulang ini membisu dalam diam. Ketika akhir-akhir ini saya hanya bisa melampiaskan pikiran saya dengan menulis di note yang ada pada "gadget" saya, mungkin karna saya sedang tertarik dengan kutipan-kutipan sajak yang syahdu dan memulai hobi saya dalam membaca, karna jujur saya orang yang tidak suka membaca kecuali di internet dan pada buku bergambar yang biasa dipanggil dengan sebutan "komik".

          Yah, pagi ini mendung seperti biasanya, memang pada bulan-bulan sekarang sedang musim hujan, mungkin hujan sedang memantau hati saya karena beberapa hal yang menyangkut dengan kata "skripsi" belum dapat saya selesaikan sementara teman-teman saya sudah mulai ngebut dengan hal yang bersangkutan dengan tanggung jawab kuliah tersebut. Sedih, tapi apa dikata cuma usaha dan berdo'a yang bisa dilakukan, selanjutnya biar Allah yang menentukan. Hanya untaian kata maaf kepada kedua sejoli yang sudah membesarkan saya hingga saat ini, saya tau tersimpan raut kekecewaan yang terlihat di senyum orang tua saya, namun percayalah anak mu di rantau ini sedang berjuang dengan berbagai mimpi-mimpinya.

          Hmm, kembali lagi dalam menggoreskan tinta, ya akhir-akhir ini ada aura positif yang mengelilingi tubuh ini, mungkin itulah kenapa saya mulai termotivasi untuk melengkapi halaman yang sudah lama kosong dan mungkin sudah terdapat sarang laba-laba yang memenuhi tiap sudut ruang kosongnya. Entah kenapa, alunan musik yang akhir-akhir ini yang menyelip di telinga, motivasi dari teman-teman seperjuangan saya yang membuat saya ingin memulai dan melanjutkan pekerjaan yang sudah lama saya tunda dan saya tinggalkan.

          Sekarang, saya sedang menikmati hal-hal seru yang akan terjadi di depan mata dan merancang pondasi-pondasi masa depan. Banyak hal yang seharusnya sudah saya lakukan, mungkin sedikit abstrak namun sudah terancang di dalam memory.

          Cukup untuk pagi yang mendung ini dalam merangkai kata-kata, maaf kalau sedikit abstrak dan susah dimengerti, cukup dipahami saja, hahaha

          Dari pagi yang menunggu senja, hingga sang fajar yang menyinari awan namun tak ingin memperlihatkan keindahannya.


Dari balik jendela, 10 Feb 2016
-R-

Selasa, November 26, 2013

Motivasi!

Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti LKMM (Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa) Universitas Padjadjaran, nah ada beberapa kalimat yang saya catat dan menurut saya bisa memotivasi diri

Miracle happen!!
- Learn from the best
- Work with the best
- Do the best
- Pray for the best
- Expect the best

"We are what we repeatedly do. Excellence, therefore, is not an act but a habit"
 - Aristotle -

"If you do not hope, you will not find what is beyond your hope"
- St. clement of alexandra -

Jangan lewatkan kesempatan, maka kesempatan hanya bagi mereka yang siap, power of choice.

Kedewasaan adalah mempunyai pandangan hidup, bertindak, dan bertanggung jawab.

How??
1. Law of atraction
- Kita akan mendapatkan apa yang paling sering kita pikirkan dan rasakan.
- Kita akan menjadi apa yang berulang-ulang yang kita lakukan.
2. Kenali potensi diri
3. Habitual -> learning
4. Achievement!! -> show you potency

Terimakasih, maaf dan tolong adalah 3 kata yang perlu dan bermakna.

Semoga bermanfaat :)

-R-

Code S

Walaupun kotak ini sudah di tutup rapat dengan kepercayaan
Terkadang ada suatu hal yang membuat kotak ini terbuka kembali
Sesak di dada muncul entah apa yang terjadi
Kadang terpikir di sanalah kita di tuntut untuk berpikir realistis
Dimana tidak bisa memaksakan kehendak hati dengan seenaknya
Terbersit dalam pikiran
Bagaimana cara bisa menutup kembali kotak ini agar tak terbuka kembali
Di sanalah butuh yang namanya proses
Selamat malam~


-R-

Jumat, September 21, 2012

Happy Birthday Randy :)

          Hmm, tulisan ini dari wanita spesial yang dekat dengan saya, yah terimakasih ya atas ucapannya, see you on top sist :) ucapan ini di tulis sama si dia waktu saya berulang tahun yang ke 19 th, sekarang kita udah jadi teman baik yang sedang mengejar mimpi masing-masing dari kita.

          Dua puluh September, bagi orang banyak merupakan hari biasa dengan aktifitas rutin, bagi warga DKI adalah satu hari yang akan menjadi saksi sejarah masa depan kota DKI. Bagi pria yang satu ini, adalah hari yang begitu spesial, karena sembilan belas tahun yang lalu dia dilahirkan ke dunia ini. Kalau menurut teori perkembangan, umur sembilan belas tahun termasuk dalam kategori young adulthood atau remaja menuju dewasa. Ciri-cirinya kurang lebih emang seperti kamu akhir-akhir ini, rasa ingin mandiri yang kuat, tingkat emosional yang tidak stabil, tapi disinilah proses menuju dewasa, yang labil segera distabilkan dengan banyak belajar tentang kehidupan. Secara kognitif dan perspektif, di usia ini muncul kemampuan yang tinggi untuk mengahadapi rintangan ketidakpastian, ketidak-konsistenan, kontradiksi, ketidaksempurnaan, dan insting yang kuat untuk bekerjasama. Nah kalo menurut Stenberg, pemikiran manusia di masa ini cenderung lebih terbuka dan ekspresif dalam mengatur diri sendiri, mengatur tugas-tugas yang harus dilaksanakannya serta mengatur orang lain. Nah pas banget, sekarang kamu sedang diberi tugas untuk mengatur tiga-tiganya, mengatur diri sendiri, mengatur tugas-tugas yang sedang dihadapi, dan mengatur orang lain agar tujuan dari tugas itu sendiri bisa terlaksana dengan baik. Semangat, jalani saja semua prosesnya, disini kita sama-sama belajar untuk menjadi pribadi yang lebih matang, semoga, amiin.

          Paragraf di atas terlalu teoritis ya, hehe kebetulan baru belajar. Jreng jreng, masuk ke alam lain yuk, hahaa.. Pertama, aku mau ngucapin selamat dulu, selamat ulang tahun ya Randy Syahdina, ini tahun ke sembilan belas kamu hidup, tapi tahun pertama bagi aku (mungkin kamu juga) ikut bahagia dan ngerayainnya. Biasanya aku ga ngerasa spesial di tanggal 20 September ini, tapi untuk tahun sekarang (mungkin juga di tahun-tahun ke depannya) aku ngerasa spesial dan super deg-degan. Yang jelas aku ingin kamu bahagia di hari ini, dan bisa jadi pribadi yang lebih baik lagi, tetap jadi diri sendiri itu lebih penting. Tetap boco, ramah, baik, sopan sama orang banyak. Aku taunya kamu manusia yang baik dan mau berubah. Nyebelin itu pasti, kalau ga nyebelin bukan Randy Syahdina namanya.



          Semoga kamu bisa jadi pribadi yang lebih baik lagi, lebih shaleh, tetap patuh sama orang tua, lebih sayang keluarga, dan tetap jadi pribadi yang menyenangkan buat semua orang. Jangan pernah patah semangat ya, karna ada banyak orang yang dukung kamu, termasuk aku. Kalau masalah perasaan, itu urusan Allah, Dia yang Maha membolak-balikkan perasaan, yang jelas aku berusaha jadi yang terbaik, kalau memang ada yang lebih baik, why not? J . Kita ga bisa mengelak takdir kan.. hehe. Kadang aku suka canggung gimana cara ngadapin kamu, takutnya salah, tapi kalau ada salah, atau ga suka, langsung bilang ya, biar aku bisa belajar. Makasih buat beberapa bulan terakhir, makasih perhatian, kejahatan, keusilan, sama kebaikan kamu.

           Selamat ulang tahun ya, semoga berkah dalam apapun yang sedang kamu jalani sekarang, aku bantu semangat dan doa ! dan semoga dipertemukan dengan yang lebih baik.


-R-

Selasa, September 18, 2012

Jadilah Sahabat Bumi!




          Kembali lagi karna sedang hangat-hangatnya pembahasan tentang lingkungan, jadi saya mencari artikel yang saya posting di blog saya, izin ya gan.


          Apakah kita pernah tersadar dimanakah kita sekarang ini? Kita sebagai manusia hidup di Bumi mulai dari lahir, kecil, beranjak dewasa, sampai kita meninggal. Kita sangat berhutang budi pada Bumi, planet tempat tinggal kita yang tercinta ini.
 

          Tetapi, berapa banyak kita telah mengotori Bumi, merusak Bumi, dan membuat Bumi ini menjadi tidak indah lagi? Kadang-kadang kita tidak sadar bahwa perbuatan kita sangat merusak Bumi dan terkesan tidak berterima kasih pada Bumi yang telah berjasa banyak pada Bumi.
 

          Oleh karena itu, kita harus mulai mengubah hidup kita agar perbuatan kita ini tidak lagi merusak Bumi. Tentunya kita adalah manusia yang tidak dapat melakukan semua hal. Jadi, kita cukup melakukan perbuatan yang dapat kita lakukan dan tidak perlu memaksakan diri. Jika kita hanya dapat berbuat hal-hal yang sederhana, ya kita lakukan hal sederhana tersebut. Jangan hanya karena hal sederhana yang bis kita lakukan, kita malu untuk melakukannya sehingga kita tidak melakukan apa-apa. Tetapi juga kita harus mengembangkan diri supaya bisa melakukan hal yang lebih besar lagi. Yang terpenting adalah niat dan keikhlasan.
 

          Hal-hal kecil yang dapat kita lakukan misalnya adalah membuang sampah pada tempatnya, melakukan penghematan listrik, menghemat Bahan Bakar Minyak dan masih banyak lagi.Mungkin kita sudah bosan dengan kata-kata "Buanglah Sampah Pada Tempatnya". Kita mendengar kata-kata itu sejak kita kecil sampai dewasa. Tetapi apakah kita sudah melakukan hal yang kita anggap sederhana tersebut? Mungkin ya, mungkin tidak. Kadang-kadang untuk sampah yang besar kita ingat, tetapi jika sampahnya kecil seperti sobekan kertas, plastik, atau bungkus snack, kita membuangnya begirtu saja. Jika kita ada di kelas, maka kita taruh sampah tersebut dikolong meja. jika ada diangkot maka ditaruh dibawah tempat duduk.

          Hal itu tidak hanya dilakukan oleh anak-anak, tetapi juga oleh orang dewasa. Itu menandakan bahwa yang terpenting adalah kesadaran diri. Usia tidak berpengaruh pada sikap seseorang. Yang paling berpengaruh adalah kesadaran. Itu yang paling penting. Begitu juga dengan penggunaan listrik dan air. Kita selalu menganggap bahwa lebih banyak orang yang menngunakan air lebih banyak dari diri kita sendiri sehingga kita berpikir kalaupun kita menghemat, tetap saja tidak akan berguna. Itu adalah pemikiran yang salah. Jika semua orang berfikir itu, maka tidak akan ada yang berhemat bukan? Kita harus menanamkan pikiran segala sesuatu hal yang baik itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Jangan menunggu orang lain untuik berbuat hal kebaikan.
 

          Oleh karena itu, maka untuk menjaga lingkungan kita ini, lingkungan Bumi kita yang tercinta ini, lakukanlah suatu hal yang kecil karena sesuatu yang besar itu tidak ada sebelum ada hal yang kecil. Jika hal kecil itu dilakukan oleh banyak orang, maka hal kecil itu akan menjadi hal yang besar. Jika seribu orang membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan, maka daerah tersebut akan menjadi bersih. Tetapi jika seribu orang membuang sampah sembarangan, maka tentunya daerah itu akan sangat kotor sekali.
 

          Jadi, janganlah pernah meremehkan hal-hal kecil seperti menghemat listrik, menghemat air, menghemat BBM, atau membuang sampah pada tempatnya. Lakukan mulai dari diri sendiri lalu tularkanlah pada orang-orang disekitar anda. Jadilha sahabat Bumi dan cintailah Bumi ini. Semoga jika kita telah melakukan hal terbaik yang bisa kita lakukan, Bumi ini kembali indah, sejuk, segar dan udaranya nyaman sehingga ita semakin senang hidup di Bumi ini. JADILAH SAHABAT BUMI!

yok lebih peduli lagi dengan lingkungan sekitar, demi masa depan yang lebih baik.

-R-